RPP 07
Juli 08, 2026Perangkat Ajar Informatika Kelas IX
RPP 07: Perancangan Konten Digital
Perangkat Ajar Informatika Kelas IX › Modul Ajar / RPP › Perancangan Konten Digital
LD.PK.07 Literasi Digital Semester Genap
A. Identitas
| Sekolah | SMP Negeri 13 Surabaya |
| Nama Guru | Karyadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | Informatika |
| Kelas / Semester | IX / Genap |
| Alokasi Waktu | 4 X 40 menit (2 pertemuan) |
| Bab / Elemen | BAB III. Literasi Digital untuk Produktivitas — Elemen Literasi Digital |
| Lingkup Materi | Perancangan Konten Digital |
| Capaian Pembelajaran | Memahami pemanfaatan media digital untuk produksi dan diseminasi konten |
B. Dimensi Profil Lulusan
Penalaran kritis, kolaborasi, kreativitas, dan komunikasi
C. Model dan Metode
- Model Pembelajaran: Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL)
- Metode: Demonstrasi dengan Analogi Kehidupan Nyata, Diskusi Kelompok, dan Praktik Langsung
- Pendekatan Pembelajaran: Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) yang mengintegrasikan Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning
D. Mitra Pembelajaran
Guru, Murid, Orang Tua
E. Lingkungan Pembelajaran
- Ruang Fisik: Ruang kelas dan Laboratorium Komputer
- Ruang Virtual: Google Form untuk refleksi dan asesmen
- Budaya Belajar: Kolaboratif, berpartisipasi aktif, dan memiliki rasa ingin tahu tinggi
F. Pemanfaatan Digital
Website, video pembelajaran yang relevan, dan buku elektronik (e-book)
G. Sarana dan Prasarana Pembelajaran
Sarana: Laptop/Komputer, gawai (gadget), proyektor/layar tampilan, jaringan internet
Prasarana:
- Buku Informatika Kelas IX Kemendikdasmen
- https://info.pakkar.my.id | https://youtube.com/@ayobelajarterus
- https://info.pakkar.net | https://youtube.com/@tutorial-ku
H. Tujuan Pembelajaran
- Menjelaskan strategi perancangan konten digital yang efektif dan menarik.
- Merancang konten digital sederhana sesuai target audiens dan tujuan.
- Memanfaatkan kecerdasan artifisial (KA) secara bijak dalam perancangan konten digital.
I. Pertanyaan Pemantik
Mengapa ada konten di media sosial yang sangat menarik dan viral, sementara ada juga konten yang sepi peminat walau topiknya sama? Apa strategi di baliknya?
J. Materi Esensial
Strategi Perancangan Konten Digital (menentukan tujuan, target audiens, pesan utama, format konten), Perancangan Konten Digital Menggunakan Kecerdasan Artifisial (KA) secara bijak dan beretika
K. Langkah-langkah Pembelajaran Mendalam
Klik judul setiap pertemuan untuk membuka rincian kegiatannya.
Pertemuan 5: Strategi Perancangan dan Merancang Konten Digital Sederhana
Tujuan Pembelajaran Khusus Pertemuan Ini
- Menjelaskan langkah-langkah strategi perancangan konten digital (tujuan, audiens, pesan, format).
- Menganalisis contoh konten digital berdasarkan strategi perancangannya.
- Merancang konten digital sederhana (poster/infografis) sesuai target audiens dan tujuan tertentu.
Langkah-langkah Pembelajaran Mendalam
Pendahuluan (15 menit)
- Murid berdoa bersama.
- Guru menampilkan dua contoh poster digital dengan topik sama namun kualitas desain berbeda, bertanya: "Mana yang lebih menarik perhatian kalian? Mengapa?" (Questioning).
- Guru menyampaikan bahwa di balik konten yang baik ada strategi perancangan yang matang (Meaningful Learning).
Kegiatan Inti (55 menit)
- Guru menjelaskan empat langkah strategi perancangan konten digital: (1) menentukan tujuan konten, (2) mengenali target audiens, (3) merumuskan pesan utama, (4) memilih format konten yang sesuai (teks, gambar, infografis, video) (Modeling).
- Guru mendemonstrasikan analisis salah satu contoh konten digital populer (poster kampanye sekolah/publik) berdasarkan keempat langkah strategi tersebut.
- Guru memberikan beberapa pilihan tema konten (ajakan hemat energi di sekolah, ajakan membaca buku, ajakan menjaga kebersihan kelas) dan meminta kelompok memilih satu tema.
- Peserta didik dalam kelompok menentukan tujuan, target audiens, dan pesan utama untuk tema yang dipilih, lalu merancang sketsa/rancangan awal konten digital (poster/infografis sederhana) menggunakan aplikasi desain sederhana atau media presentasi (Community Learning & Inquiry).
- Guru berkeliling membimbing proses perancangan, memberikan masukan tentang kejelasan pesan dan kesesuaian dengan target audiens.
Penutup (15 menit)
- Peserta didik menuliskan refleksi: "Langkah strategi mana yang menurut saya paling menentukan keberhasilan sebuah konten digital, dan bagian mana dari proses merancang yang paling menantang bagi saya?"
- Guru memberi apresiasi hasil rancangan awal tiap kelompok (Joyful Learning).
- Guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya: menyempurnakan konten menggunakan bantuan kecerdasan artifisial (KA).
Pertemuan 6: Perancangan Konten Digital Menggunakan Kecerdasan Artifisial (KA)
Tujuan Pembelajaran Khusus Pertemuan Ini
- Memanfaatkan kecerdasan artifisial (KA) secara bijak dan beretika untuk membantu perancangan konten digital.
- Mempresentasikan hasil akhir konten digital yang telah disempurnakan.
Langkah-langkah Pembelajaran Mendalam
Pendahuluan (15 menit)
- Murid berdoa bersama.
- Guru bertanya: "Pernahkah kalian menggunakan aplikasi/asisten kecerdasan artifisial untuk membantu tugas sekolah? Untuk apa saja?" (Questioning).
- Guru menjelaskan bahwa KA dapat membantu proses kreatif, namun harus digunakan secara bijak dan tetap disertai pemikiran kritis serta etika penggunaan (Meaningful Learning).
Kegiatan Inti (55 menit)
- Guru menjelaskan beberapa contoh pemanfaatan KA dalam perancangan konten digital: membuat ide/draf teks, menyarankan palet warna, menghasilkan gambar ilustrasi, dengan tetap menghargai hak cipta dan tidak menyebarkan informasi keliru (Modeling).
- Guru menekankan etika penggunaan KA: mencantumkan sumber, tidak sepenuhnya bergantung pada KA, tetap menyunting dan memvalidasi hasil KA.
- Peserta didik dalam kelompok menyempurnakan rancangan konten digital mereka dari pertemuan sebelumnya dengan memanfaatkan bantuan KA (misalnya untuk ide teks/kalimat ajakan atau saran visual), lalu menyelesaikan produk akhir (Community Learning & Inquiry).
- Setiap kelompok mempresentasikan konten digital final mereka di depan kelas, menjelaskan bagian mana yang dibantu KA dan bagaimana mereka menyunting/memvalidasinya (Communication & Authentic Assessment).
Penutup (15 menit)
- Peserta didik menuliskan refleksi menyeluruh: "Bagaimana sikap bijak yang harus saya terapkan ketika menggunakan kecerdasan artifisial?"
- Guru memberi apresiasi kepada seluruh kelompok atas konten digital final mereka (Joyful Learning).
- Guru menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya adalah Tes Sumatif, dilanjutkan BAB IV tentang Keamanan Digital.
L. Penilaian atau Asesmen
- Asesmen Diagnostik Non-Kognitif: dilakukan di awal pembelajaran melalui tanya jawab santai dan pengamatan kesiapan belajar peserta didik.
- Asesmen Formatif (Pengamatan Kinerja): dilakukan melalui observasi keaktifan, kerja sama kelompok, dan hasil diskusi/praktik selama proses pembelajaran berlangsung.
- Asesmen Sumatif (Tes Tertulis/Praktik): dilakukan pada akhir unit pembelajaran berupa tes tertulis dan/atau penilaian produk/praktik sesuai lingkup materi.
M. Refleksi Guru
- Apakah peserta didik merasa senang dan antusias saat mengikuti pembelajaran?
- Apakah peserta didik memahami apa yang dipelajari sesuai tujuan pembelajaran?
- Apa yang harus saya perbaiki dalam pembelajaran berikutnya?
- Sikap ilmiah apa yang telah dimiliki peserta didik setelah mengikuti pembelajaran ini?
Mengetahui,
Kepala Sekolah
.................
NIP. ..................
Surabaya, Juli 2026
Guru Mata Pelajaran
Karyadi, S.Pd.
NIP. -
© Pakkar
Referensi Guru