RPP 05
Juli 08, 2026Perangkat Ajar Informatika Kelas IX
RPP 05: Pemrograman Visual Blok vs Pemrograman Tekstual
Perangkat Ajar Informatika Kelas IX › Modul Ajar / RPP › Pemrograman Visual Blok vs Pemrograman Tekstual
BK.AP.05 Berpikir Komputasional Semester Ganjil
A. Identitas
| Sekolah | SMP Negeri 13 Surabaya |
| Nama Guru | Karyadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | Informatika |
| Kelas / Semester | IX / Ganjil |
| Alokasi Waktu | 10 X 40 menit (5 pertemuan) |
| Bab / Elemen | BAB II. Berpikir Komputasional dalam Algoritma dan Pemrograman — Elemen Berpikir Komputasional |
| Lingkup Materi | Pemrograman Visual Blok vs Pemrograman Tekstual |
| Capaian Pembelajaran | Menuliskan sekumpulan instruksi dengan menggunakan sekumpulan kosakata terbatas atau simbol dalam format pseudocode |
B. Dimensi Profil Lulusan
Penalaran kritis, kolaborasi, kreativitas, dan komunikasi
C. Model dan Metode
- Model Pembelajaran: Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL)
- Metode: Demonstrasi dengan Analogi Kehidupan Nyata, Diskusi Kelompok, dan Praktik Langsung
- Pendekatan Pembelajaran: Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) yang mengintegrasikan Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning
D. Mitra Pembelajaran
Guru, Murid, Orang Tua
E. Lingkungan Pembelajaran
- Ruang Fisik: Ruang kelas dan Laboratorium Komputer
- Ruang Virtual: Google Form untuk refleksi dan asesmen
- Budaya Belajar: Kolaboratif, berpartisipasi aktif, dan memiliki rasa ingin tahu tinggi
F. Pemanfaatan Digital
Website, video pembelajaran yang relevan, dan buku elektronik (e-book)
G. Sarana dan Prasarana Pembelajaran
Sarana: Laptop/Komputer, gawai (gadget), proyektor/layar tampilan, jaringan internet
Prasarana:
- Buku Informatika Kelas IX Kemendikdasmen
- https://info.pakkar.my.id | https://youtube.com/@ayobelajarterus
- https://info.pakkar.net | https://youtube.com/@tutorial-ku
H. Tujuan Pembelajaran
- Membandingkan karakteristik pemrograman visual blok dan pemrograman tekstual.
- Menerjemahkan program visual blok sederhana ke dalam bentuk teks/pseudocode.
- Menganalisis struktur pseudocode (urutan, percabangan, perulangan) dari suatu program.
- Menuliskan pseudocode untuk menyelesaikan persoalan sederhana.
- Menerapkan pseudocode ke dalam bahasa pemrograman tekstual sederhana melalui proyek mini.
I. Pertanyaan Pemantik
Setelah terbiasa menyusun program dengan menyeret dan menyambung blok-blok seperti puzzle di Scratch, bagaimana jika kalian harus menuliskan program yang sama hanya dengan mengetik teks/kata-kata saja? Menurut kalian, apa yang berubah?
J. Materi Esensial
Transisi dari Pemrograman Visual Blok ke Pemrograman Tekstual, Persamaan dan Perbedaan antara Blok dan Teks, Analisis Pseudocode (struktur urutan/sequence, percabangan/branching, perulangan/looping), Penulisan Pseudocode Sederhana
K. Langkah-langkah Pembelajaran Mendalam
Klik judul setiap pertemuan untuk membuka rincian kegiatannya.
Pertemuan 19: Membandingkan Pemrograman Visual Blok dan Pemrograman Tekstual
Tujuan Pembelajaran Khusus Pertemuan Ini
- Mengidentifikasi persamaan dan perbedaan pemrograman visual blok dengan pemrograman tekstual.
- Menjelaskan kelebihan dan keterbatasan masing-masing jenis pemrograman.
Langkah-langkah Pembelajaran Mendalam
Pendahuluan (15 menit)
- Murid berdoa bersama.
- Guru menampilkan dua contoh program yang melakukan hal sama: satu berupa susunan blok Scratch, satu lagi berupa baris kode teks (misalnya Python) dan bertanya: "Apa persamaan dan perbedaan yang kalian lihat?" (Questioning).
- Guru menjelaskan bahwa hari ini akan mempelajari transisi dari pemrograman blok menuju pemrograman berbasis teks (Meaningful Learning).
Kegiatan Inti (55 menit)
- Guru menjelaskan bahwa baik pemrograman visual blok maupun tekstual sama-sama memiliki konsep dasar yang sama: urutan instruksi, percabangan (kondisi), dan perulangan — hanya berbeda cara penulisannya (Modeling).
- Guru menjelaskan kelebihan pemrograman blok (mudah dipelajari pemula, minim kesalahan penulisan/sintaks, visual) dan pemrograman tekstual (lebih fleksibel, lebih cepat ditulis untuk program kompleks, banyak dipakai di dunia profesional).
- Peserta didik berkelompok mengisi tabel perbandingan (kelebihan-kekurangan) pemrograman blok vs tekstual berdasarkan pengalaman mereka menggunakan Scratch selama ini (Community Learning & Inquiry).
- Diskusi kelas membahas hasil perbandingan tiap kelompok, guru memberi penguatan.
Penutup (15 menit)
- Peserta didik menuliskan refleksi: "Menurut saya, kapan sebaiknya menggunakan pemrograman blok, dan kapan sebaiknya menggunakan pemrograman tekstual?"
- Guru memberi apresiasi dan reviu singkat (Joyful Learning).
- Guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya: menerjemahkan program blok ke bentuk teks/pseudocode.
Pertemuan 20: Menerjemahkan Program Visual Blok ke Pseudocode
Tujuan Pembelajaran Khusus Pertemuan Ini
- Menjelaskan pengertian pseudocode sebagai notasi penulisan algoritma menggunakan bahasa semi-formal.
- Menerjemahkan program visual blok sederhana ke dalam bentuk pseudocode.
Langkah-langkah Pembelajaran Mendalam
Pendahuluan (15 menit)
- Murid berdoa bersama.
- Guru bertanya: "Bagaimana caranya menuliskan langkah-langkah program tanpa perlu tahu bahasa pemrograman tertentu (misalnya Python atau Java)?" (Questioning).
- Guru menjelaskan bahwa jawabannya adalah pseudocode — cara menuliskan algoritma dengan kosakata terbatas yang mudah dipahami manusia namun tetap terstruktur seperti program (Meaningful Learning).
Kegiatan Inti (55 menit)
- Guru menjelaskan aturan dasar penulisan pseudocode: menggunakan kata kunci seperti MULAI, SELESAI, BACA, TULIS, JIKA-MAKA, SELAMA, ULANGI (Modeling).
- Guru mendemonstrasikan menerjemahkan sebuah program blok Scratch sederhana (misalnya program menghitung luas persegi panjang) menjadi pseudocode langkah demi langkah di papan tulis.
- Peserta didik berkelompok diberi contoh program blok sederhana lain (misalnya program cek bilangan genap/ganjil, atau program ucapan selamat pagi/siang/malam berdasarkan waktu) dan diminta menerjemahkannya ke pseudocode (Community Learning & Inquiry).
- Kelompok mempresentasikan hasil terjemahan pseudocode mereka; guru dan kelompok lain memberi umpan balik terhadap ketepatan logika.
Penutup (15 menit)
- Peserta didik menuliskan refleksi: "Bagian mana dari program blok yang paling sulit diterjemahkan menjadi pseudocode?"
- Guru memberi apresiasi dan penguatan konsep (Joyful Learning).
- Guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya: analisis struktur pseudocode (percabangan dan perulangan).
Pertemuan 21: Menganalisis Struktur Pseudocode: Percabangan dan Perulangan
Tujuan Pembelajaran Khusus Pertemuan Ini
- Menganalisis struktur percabangan (JIKA-MAKA-LAINNYA) dalam pseudocode.
- Menganalisis struktur perulangan (SELAMA/ULANGI) dalam pseudocode.
Langkah-langkah Pembelajaran Mendalam
Pendahuluan (15 menit)
- Murid berdoa bersama.
- Guru mengulas kembali pseudocode dasar dari pertemuan sebelumnya secara singkat.
- Guru bertanya pemantik: "Bagaimana pseudocode menuliskan aturan 'jika hujan maka bawa payung, jika tidak maka tidak perlu'? Bagaimana pula menuliskan 'ulangi 10 kali'?" (Questioning).
Kegiatan Inti (55 menit)
- Guru menjelaskan struktur percabangan pada pseudocode: JIKA (kondisi) MAKA (aksi) LAINNYA (aksi alternatif), dengan mendemonstrasikan contoh kasus nilai kelulusan siswa (Modeling).
- Guru menjelaskan struktur perulangan pada pseudocode: SELAMA (kondisi) LAKUKAN, atau ULANGI (n) KALI, dengan mendemonstrasikan contoh mencetak angka 1 sampai 10.
- Peserta didik berkelompok menganalisis beberapa contoh pseudocode yang berisi percabangan dan perulangan, kemudian menjelaskan hasil eksekusi (output) dari pseudocode tersebut secara manual (Community Learning & Inquiry).
- Kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka (dry run/penelusuran manual), guru memvalidasi ketepatan logika.
Penutup (15 menit)
- Peserta didik menuliskan refleksi: "Bagaimana struktur percabangan dan perulangan membantu program menjadi lebih ringkas?"
- Guru memberi apresiasi dan reviu singkat (Joyful Learning).
- Guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya: menuliskan pseudocode sendiri untuk menyelesaikan persoalan.
Pertemuan 22: Menuliskan Pseudocode untuk Menyelesaikan Persoalan Sederhana
Tujuan Pembelajaran Khusus Pertemuan Ini
- Menyusun pseudocode secara mandiri untuk menyelesaikan suatu persoalan sederhana.
- Mempresentasikan dan menguji logika pseudocode yang telah disusun.
Langkah-langkah Pembelajaran Mendalam
Pendahuluan (15 menit)
- Murid berdoa bersama.
- Guru menyampaikan tantangan hari ini: peserta didik akan menulis pseudocode mereka sendiri, bukan lagi menerjemahkan dari blok yang sudah ada.
- Guru memberi contoh persoalan pemantik: "Bagaimana pseudocode untuk menentukan apakah suatu tahun adalah tahun kabisat?" (Questioning).
Kegiatan Inti (55 menit)
- Guru bersama peserta didik menyusun kerangka pseudocode dari contoh persoalan pemantik di papan tulis sebagai pemodelan bersama (Modeling & Meaningful Learning).
- Peserta didik secara berkelompok memilih satu dari beberapa persoalan yang disediakan guru (misalnya: menentukan bilangan terbesar dari tiga bilangan, menghitung total belanja dengan diskon, mengecek kelayakan usia pemilih) dan menuliskan pseudocode penyelesaiannya (Community Learning & Inquiry).
- Guru berkeliling membimbing, memastikan penggunaan struktur urutan, percabangan, dan/atau perulangan sudah tepat.
- Setiap kelompok mempresentasikan pseudocode mereka, sementara kelompok lain "menguji" secara manual (dry run) dengan memberikan beberapa nilai input contoh (Communication & Authentic Assessment).
Penutup (15 menit)
- Peserta didik menuliskan refleksi menyeluruh: "Bagaimana perjalanan belajar saya dari pemrograman blok hingga bisa menulis pseudocode sendiri?"
- Guru memberi apresiasi kepada seluruh kelompok atas hasil karya pseudocode mereka (Joyful Learning).
- Guru menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya adalah proyek mini menerapkan pseudocode ke bahasa pemrograman tekstual sederhana.
Pertemuan 23: Proyek Mini: Menerapkan Pseudocode ke Bahasa Pemrograman Tekstual Sederhana
Tujuan Pembelajaran Khusus Pertemuan Ini
- Menerapkan pseudocode yang telah disusun ke dalam bahasa pemrograman tekstual sederhana (misalnya Python) menggunakan platform daring.
- Menguji dan memperbaiki (debugging) program tekstual sederhana yang dibuat.
Langkah-langkah Pembelajaran Mendalam
Pendahuluan (15 menit)
- Murid berdoa bersama.
- Guru mengulas kembali pseudocode yang telah disusun kelompok pada pertemuan sebelumnya.
- Guru menyampaikan tantangan hari ini: mengubah pseudocode menjadi kode program sungguhan menggunakan bahasa pemrograman tekstual sederhana (misalnya Python) melalui platform pemrograman daring (online compiler/IDE sederhana).
Kegiatan Inti (55 menit)
- Guru mendemonstrasikan cara menerjemahkan struktur dasar pseudocode (BACA, TULIS, JIKA-MAKA, SELAMA/ULANGI) ke sintaks Python sederhana (input(), print(), if-else, while/for) (Modeling).
- Peserta didik dalam kelompok yang sama mengetik ulang pseudocode hasil karya mereka menjadi kode Python menggunakan platform daring sederhana (misalnya Trinket/Replit) dengan bimbingan guru (Community Learning & Inquiry).
- Guru berkeliling membimbing proses debugging (memperbaiki kesalahan sintaks/logika) yang muncul saat program dijalankan.
- Setiap kelompok menjalankan (run) program mereka dan menunjukkan hasilnya di depan kelas, membandingkan dengan hasil dry run pseudocode sebelumnya (Communication & Authentic Assessment).
Penutup (15 menit)
- Peserta didik menuliskan refleksi menyeluruh: "Bagaimana perjalanan belajar saya dari blok, pseudocode, hingga menjadi program tekstual sungguhan?"
- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh kelompok atas pencapaian mereka menyelesaikan program tekstual pertama (Joyful Learning).
- Guru menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya adalah Tes Sumatif Bersama Semester Ganjil.
L. Penilaian atau Asesmen
- Asesmen Diagnostik Non-Kognitif: dilakukan di awal pembelajaran melalui tanya jawab santai dan pengamatan kesiapan belajar peserta didik.
- Asesmen Formatif (Pengamatan Kinerja): dilakukan melalui observasi keaktifan, kerja sama kelompok, dan hasil diskusi/praktik selama proses pembelajaran berlangsung.
- Asesmen Sumatif (Tes Tertulis/Praktik): dilakukan pada akhir unit pembelajaran berupa tes tertulis dan/atau penilaian produk/praktik sesuai lingkup materi.
M. Refleksi Guru
- Apakah peserta didik merasa senang dan antusias saat mengikuti pembelajaran?
- Apakah peserta didik memahami apa yang dipelajari sesuai tujuan pembelajaran?
- Apa yang harus saya perbaiki dalam pembelajaran berikutnya?
- Sikap ilmiah apa yang telah dimiliki peserta didik setelah mengikuti pembelajaran ini?
Mengetahui,
Kepala Sekolah
................
NIP. ...............
Surabaya, Juli 2026
Guru Mata Pelajaran
Karyadi, S.Pd.
NIP. -
© Pakkar
Referensi Guru