RPP 05

BK.AP.05 Berpikir Komputasional Semester Ganjil

A. Identitas

SekolahSMP Negeri 13 Surabaya
Nama GuruKaryadi, S.Pd.
Mata PelajaranInformatika
Kelas / SemesterIX / Ganjil
Alokasi Waktu10 X 40 menit (5 pertemuan)
Bab / ElemenBAB II. Berpikir Komputasional dalam Algoritma dan Pemrograman — Elemen Berpikir Komputasional
Lingkup MateriPemrograman Visual Blok vs Pemrograman Tekstual
Capaian PembelajaranMenuliskan sekumpulan instruksi dengan menggunakan sekumpulan kosakata terbatas atau simbol dalam format pseudocode

B. Dimensi Profil Lulusan

Penalaran kritis, kolaborasi, kreativitas, dan komunikasi

C. Model dan Metode

  • Model Pembelajaran: Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL)
  • Metode: Demonstrasi dengan Analogi Kehidupan Nyata, Diskusi Kelompok, dan Praktik Langsung
  • Pendekatan Pembelajaran: Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) yang mengintegrasikan Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning

D. Mitra Pembelajaran

Guru, Murid, Orang Tua

E. Lingkungan Pembelajaran

  • Ruang Fisik: Ruang kelas dan Laboratorium Komputer
  • Ruang Virtual: Google Form untuk refleksi dan asesmen
  • Budaya Belajar: Kolaboratif, berpartisipasi aktif, dan memiliki rasa ingin tahu tinggi

F. Pemanfaatan Digital

Website, video pembelajaran yang relevan, dan buku elektronik (e-book)

G. Sarana dan Prasarana Pembelajaran

Sarana: Laptop/Komputer, gawai (gadget), proyektor/layar tampilan, jaringan internet
Prasarana:
- Buku Informatika Kelas IX Kemendikdasmen
- https://info.pakkar.my.id | https://youtube.com/@ayobelajarterus
- https://info.pakkar.net | https://youtube.com/@tutorial-ku

H. Tujuan Pembelajaran

  1. Membandingkan karakteristik pemrograman visual blok dan pemrograman tekstual.
  2. Menerjemahkan program visual blok sederhana ke dalam bentuk teks/pseudocode.
  3. Menganalisis struktur pseudocode (urutan, percabangan, perulangan) dari suatu program.
  4. Menuliskan pseudocode untuk menyelesaikan persoalan sederhana.
  5. Menerapkan pseudocode ke dalam bahasa pemrograman tekstual sederhana melalui proyek mini.

I. Pertanyaan Pemantik

Setelah terbiasa menyusun program dengan menyeret dan menyambung blok-blok seperti puzzle di Scratch, bagaimana jika kalian harus menuliskan program yang sama hanya dengan mengetik teks/kata-kata saja? Menurut kalian, apa yang berubah?

J. Materi Esensial

Transisi dari Pemrograman Visual Blok ke Pemrograman Tekstual, Persamaan dan Perbedaan antara Blok dan Teks, Analisis Pseudocode (struktur urutan/sequence, percabangan/branching, perulangan/looping), Penulisan Pseudocode Sederhana

K. Langkah-langkah Pembelajaran Mendalam

Klik judul setiap pertemuan untuk membuka rincian kegiatannya.

Pertemuan 19: Membandingkan Pemrograman Visual Blok dan Pemrograman Tekstual

Tujuan Pembelajaran Khusus Pertemuan Ini

  1. Mengidentifikasi persamaan dan perbedaan pemrograman visual blok dengan pemrograman tekstual.
  2. Menjelaskan kelebihan dan keterbatasan masing-masing jenis pemrograman.

Langkah-langkah Pembelajaran Mendalam

Pendahuluan (15 menit)
  1. Murid berdoa bersama.
  2. Guru menampilkan dua contoh program yang melakukan hal sama: satu berupa susunan blok Scratch, satu lagi berupa baris kode teks (misalnya Python) dan bertanya: "Apa persamaan dan perbedaan yang kalian lihat?" (Questioning).
  3. Guru menjelaskan bahwa hari ini akan mempelajari transisi dari pemrograman blok menuju pemrograman berbasis teks (Meaningful Learning).
Kegiatan Inti (55 menit)
  1. Guru menjelaskan bahwa baik pemrograman visual blok maupun tekstual sama-sama memiliki konsep dasar yang sama: urutan instruksi, percabangan (kondisi), dan perulangan — hanya berbeda cara penulisannya (Modeling).
  2. Guru menjelaskan kelebihan pemrograman blok (mudah dipelajari pemula, minim kesalahan penulisan/sintaks, visual) dan pemrograman tekstual (lebih fleksibel, lebih cepat ditulis untuk program kompleks, banyak dipakai di dunia profesional).
  3. Peserta didik berkelompok mengisi tabel perbandingan (kelebihan-kekurangan) pemrograman blok vs tekstual berdasarkan pengalaman mereka menggunakan Scratch selama ini (Community Learning & Inquiry).
  4. Diskusi kelas membahas hasil perbandingan tiap kelompok, guru memberi penguatan.
Penutup (15 menit)
  1. Peserta didik menuliskan refleksi: "Menurut saya, kapan sebaiknya menggunakan pemrograman blok, dan kapan sebaiknya menggunakan pemrograman tekstual?"
  2. Guru memberi apresiasi dan reviu singkat (Joyful Learning).
  3. Guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya: menerjemahkan program blok ke bentuk teks/pseudocode.
Pertemuan 20: Menerjemahkan Program Visual Blok ke Pseudocode

Tujuan Pembelajaran Khusus Pertemuan Ini

  1. Menjelaskan pengertian pseudocode sebagai notasi penulisan algoritma menggunakan bahasa semi-formal.
  2. Menerjemahkan program visual blok sederhana ke dalam bentuk pseudocode.

Langkah-langkah Pembelajaran Mendalam

Pendahuluan (15 menit)
  1. Murid berdoa bersama.
  2. Guru bertanya: "Bagaimana caranya menuliskan langkah-langkah program tanpa perlu tahu bahasa pemrograman tertentu (misalnya Python atau Java)?" (Questioning).
  3. Guru menjelaskan bahwa jawabannya adalah pseudocode — cara menuliskan algoritma dengan kosakata terbatas yang mudah dipahami manusia namun tetap terstruktur seperti program (Meaningful Learning).
Kegiatan Inti (55 menit)
  1. Guru menjelaskan aturan dasar penulisan pseudocode: menggunakan kata kunci seperti MULAI, SELESAI, BACA, TULIS, JIKA-MAKA, SELAMA, ULANGI (Modeling).
  2. Guru mendemonstrasikan menerjemahkan sebuah program blok Scratch sederhana (misalnya program menghitung luas persegi panjang) menjadi pseudocode langkah demi langkah di papan tulis.
  3. Peserta didik berkelompok diberi contoh program blok sederhana lain (misalnya program cek bilangan genap/ganjil, atau program ucapan selamat pagi/siang/malam berdasarkan waktu) dan diminta menerjemahkannya ke pseudocode (Community Learning & Inquiry).
  4. Kelompok mempresentasikan hasil terjemahan pseudocode mereka; guru dan kelompok lain memberi umpan balik terhadap ketepatan logika.
Penutup (15 menit)
  1. Peserta didik menuliskan refleksi: "Bagian mana dari program blok yang paling sulit diterjemahkan menjadi pseudocode?"
  2. Guru memberi apresiasi dan penguatan konsep (Joyful Learning).
  3. Guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya: analisis struktur pseudocode (percabangan dan perulangan).
Pertemuan 21: Menganalisis Struktur Pseudocode: Percabangan dan Perulangan

Tujuan Pembelajaran Khusus Pertemuan Ini

  1. Menganalisis struktur percabangan (JIKA-MAKA-LAINNYA) dalam pseudocode.
  2. Menganalisis struktur perulangan (SELAMA/ULANGI) dalam pseudocode.

Langkah-langkah Pembelajaran Mendalam

Pendahuluan (15 menit)
  1. Murid berdoa bersama.
  2. Guru mengulas kembali pseudocode dasar dari pertemuan sebelumnya secara singkat.
  3. Guru bertanya pemantik: "Bagaimana pseudocode menuliskan aturan 'jika hujan maka bawa payung, jika tidak maka tidak perlu'? Bagaimana pula menuliskan 'ulangi 10 kali'?" (Questioning).
Kegiatan Inti (55 menit)
  1. Guru menjelaskan struktur percabangan pada pseudocode: JIKA (kondisi) MAKA (aksi) LAINNYA (aksi alternatif), dengan mendemonstrasikan contoh kasus nilai kelulusan siswa (Modeling).
  2. Guru menjelaskan struktur perulangan pada pseudocode: SELAMA (kondisi) LAKUKAN, atau ULANGI (n) KALI, dengan mendemonstrasikan contoh mencetak angka 1 sampai 10.
  3. Peserta didik berkelompok menganalisis beberapa contoh pseudocode yang berisi percabangan dan perulangan, kemudian menjelaskan hasil eksekusi (output) dari pseudocode tersebut secara manual (Community Learning & Inquiry).
  4. Kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka (dry run/penelusuran manual), guru memvalidasi ketepatan logika.
Penutup (15 menit)
  1. Peserta didik menuliskan refleksi: "Bagaimana struktur percabangan dan perulangan membantu program menjadi lebih ringkas?"
  2. Guru memberi apresiasi dan reviu singkat (Joyful Learning).
  3. Guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya: menuliskan pseudocode sendiri untuk menyelesaikan persoalan.
Pertemuan 22: Menuliskan Pseudocode untuk Menyelesaikan Persoalan Sederhana

Tujuan Pembelajaran Khusus Pertemuan Ini

  1. Menyusun pseudocode secara mandiri untuk menyelesaikan suatu persoalan sederhana.
  2. Mempresentasikan dan menguji logika pseudocode yang telah disusun.

Langkah-langkah Pembelajaran Mendalam

Pendahuluan (15 menit)
  1. Murid berdoa bersama.
  2. Guru menyampaikan tantangan hari ini: peserta didik akan menulis pseudocode mereka sendiri, bukan lagi menerjemahkan dari blok yang sudah ada.
  3. Guru memberi contoh persoalan pemantik: "Bagaimana pseudocode untuk menentukan apakah suatu tahun adalah tahun kabisat?" (Questioning).
Kegiatan Inti (55 menit)
  1. Guru bersama peserta didik menyusun kerangka pseudocode dari contoh persoalan pemantik di papan tulis sebagai pemodelan bersama (Modeling & Meaningful Learning).
  2. Peserta didik secara berkelompok memilih satu dari beberapa persoalan yang disediakan guru (misalnya: menentukan bilangan terbesar dari tiga bilangan, menghitung total belanja dengan diskon, mengecek kelayakan usia pemilih) dan menuliskan pseudocode penyelesaiannya (Community Learning & Inquiry).
  3. Guru berkeliling membimbing, memastikan penggunaan struktur urutan, percabangan, dan/atau perulangan sudah tepat.
  4. Setiap kelompok mempresentasikan pseudocode mereka, sementara kelompok lain "menguji" secara manual (dry run) dengan memberikan beberapa nilai input contoh (Communication & Authentic Assessment).
Penutup (15 menit)
  1. Peserta didik menuliskan refleksi menyeluruh: "Bagaimana perjalanan belajar saya dari pemrograman blok hingga bisa menulis pseudocode sendiri?"
  2. Guru memberi apresiasi kepada seluruh kelompok atas hasil karya pseudocode mereka (Joyful Learning).
  3. Guru menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya adalah proyek mini menerapkan pseudocode ke bahasa pemrograman tekstual sederhana.
Pertemuan 23: Proyek Mini: Menerapkan Pseudocode ke Bahasa Pemrograman Tekstual Sederhana

Tujuan Pembelajaran Khusus Pertemuan Ini

  1. Menerapkan pseudocode yang telah disusun ke dalam bahasa pemrograman tekstual sederhana (misalnya Python) menggunakan platform daring.
  2. Menguji dan memperbaiki (debugging) program tekstual sederhana yang dibuat.

Langkah-langkah Pembelajaran Mendalam

Pendahuluan (15 menit)
  1. Murid berdoa bersama.
  2. Guru mengulas kembali pseudocode yang telah disusun kelompok pada pertemuan sebelumnya.
  3. Guru menyampaikan tantangan hari ini: mengubah pseudocode menjadi kode program sungguhan menggunakan bahasa pemrograman tekstual sederhana (misalnya Python) melalui platform pemrograman daring (online compiler/IDE sederhana).
Kegiatan Inti (55 menit)
  1. Guru mendemonstrasikan cara menerjemahkan struktur dasar pseudocode (BACA, TULIS, JIKA-MAKA, SELAMA/ULANGI) ke sintaks Python sederhana (input(), print(), if-else, while/for) (Modeling).
  2. Peserta didik dalam kelompok yang sama mengetik ulang pseudocode hasil karya mereka menjadi kode Python menggunakan platform daring sederhana (misalnya Trinket/Replit) dengan bimbingan guru (Community Learning & Inquiry).
  3. Guru berkeliling membimbing proses debugging (memperbaiki kesalahan sintaks/logika) yang muncul saat program dijalankan.
  4. Setiap kelompok menjalankan (run) program mereka dan menunjukkan hasilnya di depan kelas, membandingkan dengan hasil dry run pseudocode sebelumnya (Communication & Authentic Assessment).
Penutup (15 menit)
  1. Peserta didik menuliskan refleksi menyeluruh: "Bagaimana perjalanan belajar saya dari blok, pseudocode, hingga menjadi program tekstual sungguhan?"
  2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh kelompok atas pencapaian mereka menyelesaikan program tekstual pertama (Joyful Learning).
  3. Guru menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya adalah Tes Sumatif Bersama Semester Ganjil.

L. Penilaian atau Asesmen

  • Asesmen Diagnostik Non-Kognitif: dilakukan di awal pembelajaran melalui tanya jawab santai dan pengamatan kesiapan belajar peserta didik.
  • Asesmen Formatif (Pengamatan Kinerja): dilakukan melalui observasi keaktifan, kerja sama kelompok, dan hasil diskusi/praktik selama proses pembelajaran berlangsung.
  • Asesmen Sumatif (Tes Tertulis/Praktik): dilakukan pada akhir unit pembelajaran berupa tes tertulis dan/atau penilaian produk/praktik sesuai lingkup materi.

M. Refleksi Guru

  • Apakah peserta didik merasa senang dan antusias saat mengikuti pembelajaran?
  • Apakah peserta didik memahami apa yang dipelajari sesuai tujuan pembelajaran?
  • Apa yang harus saya perbaiki dalam pembelajaran berikutnya?
  • Sikap ilmiah apa yang telah dimiliki peserta didik setelah mengikuti pembelajaran ini?

Mengetahui,
Kepala Sekolah

................
NIP. ...............

Surabaya, Juli 2026
Guru Mata Pelajaran

Karyadi, S.Pd.
NIP. -