rpp-01
Juli 08, 2026Perangkat Ajar Informatika Kelas IX
RPP 01: Struktur Data Tree
Perangkat Ajar Informatika Kelas IX › Modul Ajar / RPP › Struktur Data Tree
BK.AD.01 Berpikir Komputasional Semester Ganjil
A. Identitas
| Sekolah | SMP Negeri 13 Surabaya |
| Nama Guru | Karyadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | Informatika |
| Kelas / Semester | IX / Ganjil |
| Alokasi Waktu | 8 X 40 menit (4 pertemuan) |
| Bab / Elemen | BAB I. Berpikir Komputasional dalam Analisis Data — Elemen Berpikir Komputasional |
| Lingkup Materi | Struktur Data Tree |
| Capaian Pembelajaran | Memahami konsep himpunan data terstruktur dalam kehidupan sehari-hari |
B. Dimensi Profil Lulusan
Penalaran kritis, kolaborasi, kreativitas, dan komunikasi
C. Model dan Metode
- Model Pembelajaran: Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL)
- Metode: Demonstrasi dengan Analogi Kehidupan Nyata, Diskusi Kelompok, dan Praktik Langsung
- Pendekatan Pembelajaran: Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) yang mengintegrasikan Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning
D. Mitra Pembelajaran
Guru, Murid, Orang Tua
E. Lingkungan Pembelajaran
- Ruang Fisik: Ruang kelas dan Laboratorium Komputer
- Ruang Virtual: Google Form untuk refleksi dan asesmen
- Budaya Belajar: Kolaboratif, berpartisipasi aktif, dan memiliki rasa ingin tahu tinggi
F. Pemanfaatan Digital
Website, video pembelajaran yang relevan, dan buku elektronik (e-book)
G. Sarana dan Prasarana Pembelajaran
Sarana: Laptop/Komputer, gawai (gadget), proyektor/layar tampilan, jaringan internet
Prasarana:
- Buku Informatika Kelas IX Kemendikdasmen
- https://info.pakkar.my.id/2026/07/materi-01-struktur-data-tree.html
- https://youtube.com/@ayobelajarterus
- https://youtube.com/@tutorial-ku
H. Tujuan Pembelajaran
- Menjelaskan pengertian dan karakteristik struktur data Tree (pohon) sebagai representasi data hierarkis.
- Mengidentifikasi komponen-komponen struktur Tree (root, node, parent, child, leaf, edge).
- Menerapkan struktur Tree untuk merepresentasikan data hierarkis dalam kehidupan sehari-hari (struktur organisasi, sistem berkas/folder, silsilah keluarga).
- Merancang dan mempresentasikan proyek mini penerapan struktur Tree pada suatu permasalahan nyata.
I. Pertanyaan Pemantik
Pernahkah kalian membuka folder di komputer atau HP dan menemukan folder di dalam folder lagi? Bagaimana cara kalian menemukan file tertentu dengan cepat di antara banyak folder tersebut?
J. Materi Esensial
Pengertian Struktur Data Tree, Komponen Tree (root, node, parent, child, leaf, edge, level, height), Jenis-jenis Tree (Binary Tree, Binary Search Tree), Penerapan Tree dalam Kehidupan Sehari-hari (struktur folder komputer, struktur organisasi, pohon keputusan)
K. Langkah-langkah Pembelajaran Mendalam
Klik judul setiap pertemuan untuk membuka rincian kegiatannya.
Pertemuan 1: Mengenal Struktur Data Tree
Tujuan Pembelajaran Khusus Pertemuan Ini
- Menjelaskan pengertian struktur data Tree sebagai kumpulan data yang tersusun secara hierarkis.
- Mengidentifikasi komponen dasar Tree (root, node, edge, parent, child, leaf).
Langkah-langkah Pembelajaran Mendalam
Pendahuluan (15 menit)
- Murid berdoa sesuai agama dan keyakinan masing-masing.
- Guru menyapa dan mengecek kehadiran peserta didik dengan penuh semangat (Joyful Learning).
- Guru menampilkan gambar silsilah keluarga kerajaan atau bagan struktur organisasi sekolah. Guru bertanya: "Perhatikan gambar ini, bagaimana bentuknya? Apakah ada 'yang di atas' dan 'yang di bawah'?" (Constructivism & Questioning).
- Guru menjelaskan bahwa bentuk seperti itu, dalam dunia komputer, disebut struktur data Tree (pohon), dan hari ini akan dipelajari bagaimana komputer menyimpan data yang berjenjang seperti ini (Meaningful Learning).
Kegiatan Inti (55 menit)
- Guru mendemonstrasikan analogi pohon yang dibalik: akar (root) di atas, cabang (branch/node) di tengah, dan daun (leaf) di ujung bawah, menggunakan gambar/bagan sederhana di papan tulis (Modeling).
- Guru menjelaskan istilah-istilah kunci: root (akar/simpul teratas), node (simpul), parent (induk), child (anak), leaf (simpul tanpa anak), edge (garis penghubung antarsimpul), level, dan height.
- Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil (4-5 orang). Setiap kelompok diberi contoh struktur folder komputer (dicetak/gambar) dan diminta menandai mana yang root, node, parent, child, dan leaf (Community Learning & Inquiry).
- Guru berkeliling membimbing, memastikan pemahaman istilah sudah tepat.
- Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka, guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep.
Penutup (15 menit)
- Peserta didik menuliskan refleksi singkat: "Satu istilah baru tentang Tree yang paling saya ingat hari ini adalah..." (Reflecting & Mindful Learning).
- Guru memberikan kuis lisan cepat untuk mengecek pemahaman istilah root, node, parent, child, leaf (Joyful Learning).
- Guru menyampaikan tema pertemuan berikutnya: jenis-jenis Tree.
Pertemuan 2: Jenis-Jenis Struktur Tree (Binary Tree dan Binary Search Tree)
Tujuan Pembelajaran Khusus Pertemuan Ini
- Mengidentifikasi jenis-jenis struktur Tree, khususnya Binary Tree dan Binary Search Tree.
- Menggambarkan struktur Binary Tree sederhana dari sekumpulan data.
Langkah-langkah Pembelajaran Mendalam
Pendahuluan (15 menit)
- Murid berdoa bersama.
- Guru mengulas kembali istilah root, node, parent, child, leaf dengan permainan tebak-tebakan cepat (Joyful Learning).
- Guru bertanya pemantik: "Bagaimana jika setiap 'induk' pada pohon data kita hanya boleh punya maksimal 2 'anak'? Kira-kira mengapa aturan ini berguna untuk komputer?" (Questioning).
Kegiatan Inti (55 menit)
- Guru menjelaskan konsep Binary Tree: setiap simpul memiliki paling banyak dua anak (kiri dan kanan), dengan menggambarkannya di papan tulis (Modeling).
- Guru melanjutkan dengan konsep Binary Search Tree (BST): aturan nilai anak kiri lebih kecil dan anak kanan lebih besar dari induknya, menggunakan analogi 'menyimpan nomor undian di rak kiri-kanan berdasarkan urutan angka'.
- Peserta didik berkelompok mempraktikkan menyusun angka-angka acak (misalnya 8, 3, 10, 1, 6, 14, 4, 7) menjadi Binary Search Tree pada kertas, dibimbing guru langkah demi langkah (Community Learning & Inquiry).
- Guru mendemonstrasikan bagaimana pencarian data pada BST menjadi lebih cepat dibanding daftar acak (Meaningful Learning) — mengaitkan dengan manfaat efisiensi.
Penutup (15 menit)
- Peserta didik menuliskan refleksi: "Mengapa Binary Search Tree memudahkan pencarian data?"
- Guru mengapresiasi kelompok yang berhasil menyusun BST dengan tepat (Joyful Learning).
- Guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya: penerapan Tree dalam kehidupan sehari-hari.
Pertemuan 3: Penerapan Struktur Tree dalam Kehidupan Sehari-hari
Tujuan Pembelajaran Khusus Pertemuan Ini
- Menerapkan struktur Tree untuk merepresentasikan data hierarkis nyata (struktur organisasi, sistem folder, pohon keputusan).
- Merancang diagram Tree sederhana dari suatu permasalahan konkret.
Langkah-langkah Pembelajaran Mendalam
Pendahuluan (15 menit)
- Murid berdoa bersama.
- Guru menampilkan contoh Windows Explorer/File Manager dengan folder bertingkat, bertanya: "Apa hubungan tampilan ini dengan yang kita pelajari dua pertemuan terakhir?" (Constructivism).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menerapkan Tree pada kasus nyata.
Kegiatan Inti (55 menit)
- Guru mendemonstrasikan tiga contoh penerapan Tree: (1) sistem berkas komputer, (2) struktur organisasi sekolah/OSIS, (3) pohon keputusan (decision tree) sederhana seperti "Apakah besok hujan? -> bawa payung / tidak" (Modeling & Meaningful Learning).
- Peserta didik dibagi kelompok, setiap kelompok memilih satu topik (organisasi kelas, silsilah keluarga, atau menu makanan restoran) dan menggambarkan strukturnya sebagai diagram Tree pada kertas plano (Community Learning & Inquiry).
- Setiap kelompok mempresentasikan hasil diagram Tree-nya di depan kelas, kelompok lain memberi tanggapan (Communication).
- Guru memberikan umpan balik terhadap ketepatan struktur (root, parent, child, leaf) pada tiap karya kelompok.
Penutup (15 menit)
- Peserta didik menuliskan refleksi: "Satu manfaat mempelajari struktur Tree bagi saya adalah..."
- Guru memberikan apresiasi atas hasil karya seluruh kelompok (Joyful Learning).
- Guru menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya adalah proyek mini penerapan struktur Tree.
Pertemuan 4: Proyek Mini: Merancang Struktur Tree untuk Permasalahan Nyata
Tujuan Pembelajaran Khusus Pertemuan Ini
- Merancang struktur Tree untuk menyelesaikan suatu permasalahan nyata secara berkelompok.
- Mempresentasikan dan mengevaluasi hasil rancangan struktur Tree kelompok lain.
Langkah-langkah Pembelajaran Mendalam
Pendahuluan (15 menit)
- Murid berdoa bersama.
- Guru mengulas kembali seluruh materi struktur Tree (komponen, jenis, dan penerapan) yang telah dipelajari pada tiga pertemuan sebelumnya secara singkat.
- Guru menyampaikan tantangan proyek mini hari ini: merancang struktur Tree untuk menyelesaikan sebuah permasalahan nyata di lingkungan sekolah.
Kegiatan Inti (55 menit)
- Guru memberikan beberapa pilihan tema proyek: (1) merancang struktur menu makanan kantin sekolah, (2) merancang struktur data koleksi buku perpustakaan sekolah, (3) merancang pohon keputusan sederhana untuk memilih ekstrakurikuler (Modeling).
- Peserta didik dalam kelompok (4-5 orang) memilih satu tema, merancang struktur Tree lengkap dengan root, node, parent, child, dan leaf yang sesuai, dituangkan dalam bentuk diagram pada kertas plano atau aplikasi presentasi digital (Community Learning & Inquiry).
- Guru berkeliling membimbing, memastikan struktur Tree yang dirancang logis dan sesuai kaidah (misalnya konsisten root tunggal, hierarki jelas).
- Setiap kelompok mempresentasikan hasil rancangan Tree mereka secara bergiliran di depan kelas (Communication & Authentic Assessment); kelompok lain memberikan pertanyaan dan umpan balik.
Penutup (15 menit)
- Peserta didik menuliskan refleksi menyeluruh: "Bagaimana proses merancang struktur Tree membantu saya memahami cara komputer mengorganisasi data hierarkis?"
- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh kelompok atas hasil proyek mini mereka (Joyful Learning).
- Guru menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan mempelajari struktur data Graph.
L. Penilaian atau Asesmen
- Asesmen Diagnostik Non-Kognitif: dilakukan di awal pembelajaran melalui tanya jawab santai dan pengamatan kesiapan belajar peserta didik.
- Asesmen Formatif (Pengamatan Kinerja): dilakukan melalui observasi keaktifan, kerja sama kelompok, dan hasil diskusi/praktik selama proses pembelajaran berlangsung.
- Asesmen Sumatif (Tes Tertulis/Praktik): dilakukan pada akhir unit pembelajaran berupa tes tertulis dan/atau penilaian produk/praktik sesuai lingkup materi.
M. Refleksi Guru
- Apakah peserta didik merasa senang dan antusias saat mengikuti pembelajaran?
- Apakah peserta didik memahami apa yang dipelajari sesuai tujuan pembelajaran?
- Apa yang harus saya perbaiki dalam pembelajaran berikutnya?
- Sikap ilmiah apa yang telah dimiliki peserta didik setelah mengikuti pembelajaran ini?
Mengetahui,
Kepala Sekolah
...........
NIP. ...........
Surabaya, Juli 2026
Guru Mata Pelajaran
Karyadi,S.Pd.
NIP. -
© Pakkar
Referensi Guru