RPP : Sistem Bilangan

RPP Deep Learning - Sistem Bilangan | Informatika Kelas 8

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Berbasis Deep Learning

💡 Bermakna • Berkesadaran • Menyenangkan
📋 A. IDENTIFIKASI DAN DESAIN PEMBELAJARAN
INFORMASI DASAR
🏫 Sekolah SMP Negeri 13 Surabaya
📖 Mata Pelajaran Informatika
📚 Materi Pokok Analisis Data
🎯 Topik Sistem Bilangan (Desimal, Biner, Oktal, Heksadesimal)
👥 Kelas / Semester VIII (Delapan) / Ganjil
⏰ Alokasi Waktu 4 × 40 Menit (2 Pertemuan)
1. IDENTIFIKASI PESERTA DIDIK
Karakteristik Umum
  • Peserta didik berusia 13–14 tahun, berada pada tahap perkembangan operasional formal menurut Piaget, mulai mampu berpikir abstrak dan logis
  • Memiliki ketertarikan tinggi terhadap teknologi dan dunia digital
  • Gaya belajar beragam: visual, auditori, dan kinestetik
  • Sudah memiliki pengetahuan dasar tentang bilangan desimal dari mata pelajaran Matematika
Kebutuhan Belajar
  • Memerlukan pembelajaran yang kontekstual agar memahami relevansi sistem bilangan dalam kehidupan digital
  • Membutuhkan aktivitas hands-on untuk memperkuat pemahaman konversi antar basis bilangan
  • Perlu scaffolding bertahap dari konkret ke abstrak
  • Membutuhkan umpan balik yang cepat dan konstruktif
Kondisi Peserta Didik
  • Sebagian besar memiliki akses terhadap perangkat digital (smartphone/tablet)
  • Terdapat variasi tingkat kemampuan: tinggi (±25%), sedang (±50%), dan perlu pendampingan (±25%)
  • Aktif dalam kegiatan kelompok dan diskusi
2. IDENTIFIKASI MATA PELAJARAN
Relevansi Informatika merupakan mata pelajaran yang mengembangkan kemampuan berpikir komputasional peserta didik. Materi Sistem Bilangan sangat relevan karena menjadi fondasi pemahaman bagaimana komputer memproses, menyimpan, dan mengirimkan data. Di era digital, pemahaman tentang sistem bilangan biner, oktal, dan heksadesimal diperlukan untuk memahami cara kerja teknologi informasi dan komunikasi yang digunakan sehari-hari.
Karakteristik
  • Bersifat logis-matematis dan membutuhkan penalaran kritis
  • Mengintegrasikan teori dengan praktik digital
  • Menuntut kemampuan analisis dan pemecahan masalah
  • Bersifat aplikatif dan terkait langsung dengan dunia teknologi
3. DIMENSI PROFIL LULUSAN
💡 Penalaran Kritis Peserta didik menganalisis dan mengevaluasi proses konversi antar sistem bilangan, mengidentifikasi pola, serta memecahkan permasalahan secara logis dan sistematis.
🤝 Kolaborasi Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan tantangan konversi bilangan, saling berbagi strategi, dan membangun pemahaman bersama melalui diskusi aktif.
🎨 Kreativitas Peserta didik merancang cara-cara kreatif untuk menyajikan dan mengomunikasikan hasil konversi bilangan, termasuk membuat alat bantu konversi sederhana.
💪 Kemandirian Peserta didik mengatur strategi belajar sendiri, menyelesaikan soal-soal latihan secara mandiri, dan melakukan refleksi terhadap proses belajarnya.
4. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Elemen Analisis Data (AD)
Capaian Pembelajaran Pada akhir Fase D (Kelas 7–9), peserta didik mampu memahami representasi data dalam berbagai sistem bilangan (desimal, biner, oktal, heksadesimal), melakukan konversi antar sistem bilangan, dan menjelaskan penerapannya dalam sistem komputer serta kehidupan sehari-hari.
Indikator Capaian
  1. Menjelaskan konsep dan karakteristik sistem bilangan desimal, biner, oktal, dan heksadesimal
  2. Melakukan konversi bilangan dari satu basis ke basis lainnya dengan tepat
  3. Mengidentifikasi penerapan sistem bilangan dalam teknologi digital
  4. Menganalisis pola dan hubungan antar sistem bilangan
5. LINTAS DISIPLIN ILMU
📐 Matematika Operasi aritmatika, perpangkatan, konsep basis bilangan, pembagian bersisa (modular arithmetic)
🌍 IPA Pengkodean data digital pada sensor dan perangkat elektronik
🇮🇩 Bahasa Indonesia Kemampuan menyajikan hasil analisis secara tertulis dan lisan dengan struktur yang runtut
🎨 Seni Budaya Desain visual dalam menyajikan data konversi bilangan (infografis)
6. TOPIK PEMBELAJARAN
Topik Utama Sistem Bilangan (Number Systems)
Deskripsi Topik ini membahas empat sistem bilangan utama yang digunakan dalam dunia komputasi:
  1. Desimal (Basis 10) — Sistem bilangan sehari-hari menggunakan digit 0–9
  2. Biner (Basis 2) — Bahasa dasar komputer menggunakan digit 0 dan 1
  3. Oktal (Basis 8) — Sistem bilangan menggunakan digit 0–7
  4. Heksadesimal (Basis 16) — Sistem bilangan menggunakan digit 0–9 dan huruf A–F
Peserta didik akan mempelajari cara konversi antar sistem bilangan dan memahami penerapannya dalam teknologi digital seperti pengalamatan memori, kode warna HTML/CSS, dan pengalamatan IP.
🔍 Ilustrasi Sistem Bilangan
Desimal
(Basis 10)
• 0,1,2...9
Biner
(Basis 2)
• 0, 1
Oktal
(Basis 8)
• 0,1,2...7
Heksadesimal
(Basis 16)
• 0–9, A–F

Contoh: Angka 156 (Desimal) = 10011100 (Biner) = 234 (Oktal) = 9C (Heksadesimal)

Representasi Biner dari angka 156:

1
0
0
1
1
1
0
0
2⁷ 2⁶ 2⁵ 2⁴ 2⁰

128 + 0 + 0 + 16 + 8 + 4 + 0 + 0 = 156

7. TUJUAN PEMBELAJARAN (SMART)
TP-1 (Memahami) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, peserta didik mampu menjelaskan konsep dan karakteristik sistem bilangan desimal, biner, oktal, dan heksadesimal dengan benar minimal 80% dari soal yang diberikan dalam waktu 2 pertemuan. Specific Measurable
TP-2 (Mengaplikasikan) Setelah melakukan kegiatan eksplorasi dan praktik, peserta didik mampu melakukan konversi bilangan dari satu basis ke basis lainnya (desimal ⇄ biner ⇄ oktal ⇄ heksadesimal) secara tepat minimal 75% dari soal konversi yang diberikan. Achievable Relevant
TP-3 (Menganalisis) Melalui kegiatan diskusi kelompok, peserta didik mampu mengidentifikasi dan menganalisis penerapan sistem bilangan dalam teknologi digital (kode warna, alamat IP, pengalamatan memori) dan mempresentasikan hasilnya di depan kelas. Time-bound
TP-4 (Merefleksikan) Di akhir pembelajaran, peserta didik mampu merefleksikan proses belajarnya, mengidentifikasi kesulitan yang dihadapi, dan merumuskan strategi perbaikan melalui pengisian jurnal refleksi belajar.
8. PRAKTIK PEDAGOGIS
Pendekatan Deep Learning — Pembelajaran mendalam yang bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan
Model Pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) dipadukan dengan Collaborative Learning
Metode Diskusi interaktif, demonstrasi digital, praktik langsung (hands-on), gamifikasi, presentasi, dan refleksi terbimbing
Strategi Deep Learning
  • Berkesadaran: Peserta didik menyadari mengapa perlu mempelajari sistem bilangan dan bagaimana koneksinya dengan kehidupan digital
  • Bermakna: Pembelajaran dikaitkan dengan konteks nyata (kode warna web, biner pada komputer, dsb.)
  • Menyenangkan: Aktivitas menggunakan gamifikasi, tantangan kelompok, dan eksplorasi digital interaktif
9. MITRA, LINGKUNGAN, DAN PEMANFAATAN DIGITAL
🤝 Mitra Pembelajaran
  • Guru Matematika (kolaborasi materi perpangkatan dan basis bilangan)
  • Teknisi Laboratorium Komputer (pendampingan teknis)
  • Tutor sebaya (peserta didik dengan kemampuan tinggi membantu teman)
🏠 Lingkungan Pembelajaran
  • Laboratorium komputer sekolah dengan koneksi internet
  • Ruang kelas dengan pengaturan tempat duduk berkelompok (4–5 orang)
  • Proyektor/LCD dan papan tulis
  • Lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan kolaboratif
💻 Pemanfaatan Digital
  • Google Slides/PowerPoint — Presentasi materi interaktif
  • RapidTables Online Converter (rapidtables.com) — Alat konversi bilangan daring untuk verifikasi jawaban
  • Google Forms — Asesmen diagnostik dan formatif
  • Canva/Google Drawings — Pembuatan infografis hasil analisis
  • YouTube — Video pembelajaran pendukung
  • Kalkulator Programmer (Windows) — Eksplorasi konversi bilangan
📝 B. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
💡 Pendekatan Deep Learning: Setiap kegiatan dirancang dengan prinsip Berkesadaran (B-Kes), Bermakna (B-Mak), dan/atau Menyenangkan (B-Sen) untuk menciptakan pengalaman belajar yang mendalam.

📅 PERTEMUAN 1 (2 × 40 Menit)

No Tahapan Deskripsi Kegiatan Prinsip Deep Learning Waktu
🌟 KEGIATAN AWAL
1 Pembukaan dan Pemantik
  1. Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik
  2. Guru menampilkan kode warna HTML (misalnya #FF5733) dan kode biner (01001000 01001001 = "HI") di layar, lalu bertanya: "Apa makna dari angka dan huruf ini? Mengapa komputer tidak menggunakan angka biasa seperti kita?"
  3. Peserta didik diminta menuliskan 1 hal yang sudah mereka ketahui tentang cara komputer menyimpan data
B-Kes B-Mak 10 menit
2 Asesmen Diagnostik
  1. Guru membagikan kuis singkat 5 soal melalui Google Forms atau kertas berisi pertanyaan dasar tentang bilangan, perpangkatan, dan pengetahuan awal tentang biner
  2. Hasil asesmen digunakan guru untuk memetakan kelompok belajar (heterogen berdasarkan kemampuan)
B-Kes 10 menit
📖 KEGIATAN INTI
Tahap 1: MEMAHAMI (Understanding)
3 Eksplorasi Konsep Sistem Bilangan
  1. Guru menyajikan presentasi interaktif tentang keempat sistem bilangan (desimal, biner, oktal, heksadesimal) menggunakan analogi "Bahasa Asing Komputer"
  2. Setiap sistem bilangan dijelaskan dengan visualisasi: tabel posisi nilai (place value), contoh konkret, dan animasi sederhana
  3. Peserta didik mencatat poin-poin penting dalam buku catatan dengan teknik mind mapping
  4. Guru memberikan contoh kontekstual: "Setiap kali kalian mengetik huruf di keyboard, komputer mengubahnya menjadi angka biner!"
B-Mak B-Kes 15 menit
4 Aktivitas “Binary Card Game”
  1. Setiap kelompok (4–5 orang) mendapat satu set kartu biner (8 kartu bertuliskan nilai posisi: 128, 64, 32, 16, 8, 4, 2, 1)
  2. Guru menyebutkan sebuah angka desimal (misalnya 42), dan kelompok harus menyusun kartu biner yang tepat (membalik kartu ke posisi 1 atau 0)
  3. Kelompok tercepat dan tepat mendapat poin. Dilakukan 5–7 ronde
  4. Melalui aktivitas ini, peserta didik secara intuitif memahami konsep konversi desimal ke biner
B-Sen B-Mak 15 menit
Tahap 2: MENGAPLIKASIKAN (Applying)
5 Praktik Konversi Terbimbing
  1. Guru mendemonstrasikan langkah demi langkah konversi bilangan:
    • Desimal → Biner (metode pembagian berulang)
    • Biner → Desimal (metode penjumlahan nilai posisi)
    • Desimal → Oktal dan Desimal → Heksadesimal
  2. Peserta didik mengikuti langkah-langkah di buku catatan dengan soal berbeda (guided practice)
  3. Guru menggunakan teknik “I Do — We Do — You Do” secara bertahap
B-Mak B-Kes 15 menit
6 Tantangan Konversi Kelompok
  1. Setiap kelompok mendapat LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) berisi 8 soal konversi bertingkat (mudah → sedang → sulit)
  2. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menyelesaikan soal
  3. Kelompok dapat memverifikasi jawaban menggunakan Kalkulator Programmer Windows atau RapidTables.com
  4. Guru berkeliling sebagai fasilitator, memberikan scaffolding pada kelompok yang kesulitan
B-Sen B-Mak 15 menit
🏁 KEGIATAN PENUTUP PERTEMUAN 1
7 Exit Ticket
  1. Peserta didik menuliskan 3 hal yang dipahami dan 1 hal yang masih membingungkan di sticky note / Google Forms
  2. Guru memberikan penguatan dan gambaran materi pertemuan berikutnya
  3. Guru menutup dengan doa dan salam
B-Kes B-Sen 10 menit

📅 PERTEMUAN 2 (2 × 40 Menit)

No Tahapan Deskripsi Kegiatan Prinsip Deep Learning Waktu
🌟 KEGIATAN AWAL
1 Review dan Koneksi
  1. Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa
  2. Kuis cepat “Flash Conversion”: Guru menampilkan 5 angka desimal secara bergilir, peserta didik menuliskan konversi binernya di papan kecil / kertas, lalu mengangkatnya
  3. Guru membahas hasil exit ticket pertemuan lalu dan mengklarifikasi hal-hal yang masih membingungkan
B-Sen B-Kes 10 menit
📖 KEGIATAN INTI
Tahap 2 (lanjutan): MENGAPLIKASIKAN (Applying)
2 Proyek Mini: “Pesan Rahasia Biner”
  1. Setiap kelompok diminta membuat pesan rahasia menggunakan kode ASCII biner (tabel ASCII disediakan guru)
  2. Kelompok menulis nama anggota dalam kode biner, lalu menukarkan dengan kelompok lain untuk didekodekan
  3. Aktivitas ini menunjukkan penerapan nyata sistem biner dalam komunikasi digital
  4. Kelompok yang berhasil mendekode paling cepat dan tepat mendapat apresiasi
B-Sen B-Mak 15 menit
3 Eksplorasi Digital: Kode Warna Heksadesimal
  1. Guru menunjukkan bahwa kode warna di web menggunakan heksadesimal (contoh: #FF0000 = Merah, #00FF00 = Hijau)
  2. Peserta didik menggunakan color picker online untuk mengeksplorasi kode warna heksadesimal dan mengonversinya ke desimal dan biner
  3. Setiap kelompok membuat palet warna berisi 5 warna favorit beserta kode heksadesimal, desimal RGB, dan binernya
B-Mak B-Sen 15 menit
Tahap 3: MEREFLEKSIKAN (Reflecting)
4 Presentasi Kelompok
  1. Setiap kelompok mempresentasikan hasil eksplorasi (pesan rahasia biner dan palet warna heksadesimal) di depan kelas selama 3–5 menit
  2. Kelompok lain memberikan pertanyaan, tanggapan, atau apresiasi
  3. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan penguatan konsep
B-Kes B-Mak 15 menit
5 Refleksi Diri dan Jurnal
  1. Peserta didik mengisi Jurnal Refleksi Belajar (Lampiran 2) yang berisi: apa yang dipelajari, kesulitan yang dihadapi, dan hal menarik yang ditemukan
  2. Beberapa peserta didik secara sukarela berbagi refleksinya di depan kelas
  3. Guru mengapresiasi proses belajar peserta didik, bukan hanya hasil
B-Kes B-Sen 10 menit
🏁 KEGIATAN PENUTUP
6 Asesmen Sumatif
  1. Peserta didik mengerjakan Lembar Penilaian Sumatif (Lampiran 3) secara individu yang berisi soal konversi dan analisis penerapan sistem bilangan
B-Kes 10 menit
7 Penutupan
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini
  2. Guru memberikan apresiasi dan motivasi: "Sekarang kalian sudah bisa 'berbicara' dalam bahasa komputer!"
  3. Guru menyampaikan rencana tindak lanjut dan materi selanjutnya
  4. Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam
B-Kes B-Sen 5 menit
📊 C. ASESMEN PEMBELAJARAN
Jenis Asesmen Waktu Metode / Instrumen Keterangan
🔍 Asesmen Diagnostik (Awal) Awal Pertemuan 1
  • Kuis singkat 5 soal (Google Forms / kertas)
  • Pertanyaan pemantik lisan
Memetakan pengetahuan awal peserta didik tentang bilangan, perpangkatan, dan konsep dasar biner. Hasil digunakan untuk membentuk kelompok heterogen.
📝 Asesmen Formatif (Proses) Selama proses pembelajaran
  • Observasi aktivitas kelompok (Lampiran 1)
  • Binary Card Game (penilaian performa)
  • LKPD dan tantangan konversi
  • Exit ticket (3-2-1)
  • Flash Conversion Quiz
Memantau pemahaman peserta didik secara berkelanjutan, memberikan umpan balik, dan melakukan penyesuaian pembelajaran jika diperlukan.
📋 Asesmen Sumatif (Akhir) Akhir Pertemuan 2
  • Lembar Penilaian Sumatif individu (Lampiran 3)
  • Penilaian presentasi kelompok (Lampiran 1)
  • Jurnal refleksi belajar (Lampiran 2)
Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara menyeluruh. Mencakup aspek kognitif (konversi), afektif (refleksi), dan psikomotorik (presentasi).
📦 D. ALAT DAN SUMBER BELAJAR
Kategori Rincian
💻 Alat / Perangkat
  • Laptop / komputer guru (1 unit)
  • Proyektor LCD dan layar
  • Komputer peserta didik / smartphone (jika tersedia)
  • Papan tulis dan spidol
  • Papan kecil / mini whiteboard untuk setiap kelompok
🎴 Bahan / Media
  • Kartu biner (Binary Cards) — 1 set per kelompok (8 kartu: 128, 64, 32, 16, 8, 4, 2, 1)
  • Tabel ASCII sederhana (cetak)
  • Kertas HVS, sticky notes
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) — cetak
  • Lembar Penilaian Sumatif — cetak
  • Jurnal Refleksi Belajar — cetak
📱 Platform Digital
  • Google Forms — asesmen diagnostik dan exit ticket
  • Google Slides / PowerPoint — presentasi materi
  • RapidTables.com — konverter bilangan daring
  • Color Picker (Google / w3schools.com) — eksplorasi kode warna
  • Kalkulator Programmer (bawaan Windows) — verifikasi konversi
📚 Sumber Belajar
  • Buku Teks: Informatika untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek, Kurikulum Merdeka)
  • Modul Ajar: Analisis Data — Sistem Bilangan (disusun guru)
  • Video: “How Computers Count” — CS Unplugged (YouTube)
  • Website: csunplugged.org — aktivitas Binary Numbers
  • Website: rapidtables.com/convert/number — referensi konversi
📎 E. LAMPIRAN-LAMPIRAN
LAMPIRAN 1: Lembar Aktivitas Peserta Didik dalam Diskusi dan Presentasi
Mata PelajaranInformatika
TopikSistem Bilangan
Kelas / SemesterVIII / Ganjil
Hari / Tanggal.....................................

Tabel Penilaian Aktivitas

No Nama Peserta Didik Pemahaman Konsep
(Skor 1–4)
Kolaborasi
(Skor 1–4)
Presentasi
(Skor 1–4)
Total
(Maks 12)
Predikat
1
2
3
4
5
...

Rubrik Penilaian

Aspek Skor 4
(Sangat Baik)
Skor 3
(Baik)
Skor 2
(Cukup)
Skor 1
(Perlu Perbaikan)
Pemahaman Konsep Menjelaskan konsep sistem bilangan dan konversi dengan tepat, lengkap, dan memberikan contoh kontekstual Menjelaskan konsep dengan tepat dan memberikan contoh, namun kurang lengkap Menjelaskan konsep secara umum dengan bantuan, contoh terbatas Belum mampu menjelaskan konsep dengan tepat, memerlukan bimbingan penuh
Kolaborasi Berpartisipasi aktif, menghargai pendapat anggota, berkontribusi ide signifikan, membantu anggota lain Berpartisipasi aktif dan menghargai pendapat anggota, kontribusi ide baik Berpartisipasi namun kurang aktif, kontribusi ide terbatas Pasif dalam kelompok, tidak berkontribusi ide, kurang menghargai pendapat
Presentasi Menyampaikan hasil dengan percaya diri, sistematis, jelas, dan mampu menjawab pertanyaan dengan baik Menyampaikan hasil dengan jelas dan mampu menjawab sebagian pertanyaan Menyampaikan hasil namun kurang sistematis, kesulitan menjawab pertanyaan Belum mampu menyampaikan hasil dengan jelas, tidak dapat menjawab pertanyaan

Keterangan Predikat

⭐ 10–12: Sangat Baik
✔ 7–9: Baik
⚠ 4–6: Cukup
✖ <4: Perlu Perbaikan
LAMPIRAN 2: Jurnal Refleksi Belajar
Topik PembelajaranSistem Bilangan
Hari / Tanggal.....................................
No Nama Peserta Didik Apa yang Dipelajari Kesulitan yang Dihadapi Hal Menarik yang Ditemukan
1
2
3
4
5
...
💬 Panduan Pengisian: Tuliskan refleksimu dengan jujur. Tidak ada jawaban benar atau salah. Refleksi ini bertujuan untuk membantu kamu menyadari proses belajarmu sendiri dan menemukan strategi belajar yang lebih baik.
LAMPIRAN 3: Lembar Penilaian Sumatif
Mata PelajaranInformatika
TopikSistem Bilangan
Kelas / SemesterVIII / Ganjil
Waktu10 Menit
Nama.....................................
No. Absen.....................................

Soal

No Soal Skor Maks Skor Perolehan
1 Jelaskan perbedaan antara sistem bilangan desimal, biner, oktal, dan heksadesimal! Sebutkan digit yang digunakan pada masing-masing sistem! 15
2 Konversikan bilangan desimal 189 ke dalam:
a) Biner (basis 2)
b) Oktal (basis 8)
c) Heksadesimal (basis 16)
Tunjukkan langkah pengerjaannya!
30
3 Konversikan bilangan biner 11010110 ke dalam:
a) Desimal (basis 10)
b) Heksadesimal (basis 16)
Tunjukkan langkah pengerjaannya!
20
4 Diketahui kode warna heksadesimal #3A7F2B. Tentukan nilai desimal dari masing-masing komponen warna (R, G, B)! 15
5 Mengapa komputer menggunakan sistem bilangan biner (basis 2) untuk memproses data, bukan sistem desimal (basis 10) seperti yang digunakan manusia sehari-hari? Jelaskan dengan bahasamu sendiri! 20
Total Skor Maksimal 100

Rubrik Penilaian

Rentang Skor Predikat Deskripsi
85 – 100 Sangat Baik Peserta didik menguasai seluruh konsep, mampu melakukan konversi dengan tepat, dan dapat menganalisis penerapan sistem bilangan dengan baik
70 – 84 Baik Peserta didik menguasai sebagian besar konsep, melakukan konversi dengan tepat meski ada sedikit kekeliruan
55 – 69 Cukup Peserta didik memahami konsep dasar namun masih melakukan beberapa kesalahan dalam konversi
< 55 Perlu Perbaikan Peserta didik belum memahami konsep dasar dan memerlukan pembelajaran remedial

Kunci Jawaban Singkat

No Kunci Jawaban
1 Desimal (basis 10): digit 0–9; Biner (basis 2): digit 0, 1; Oktal (basis 8): digit 0–7; Heksadesimal (basis 16): digit 0–9 dan A–F. Perbedaan terletak pada jumlah digit (basis) yang digunakan.
2 189 (desimal) = 10111101 (biner) = 275 (oktal) = BD (heksadesimal)
3 11010110 (biner) = 214 (desimal) = D6 (heksadesimal)
4 #3A7F2B → R = 3A = 58, G = 7F = 127, B = 2B = 43
5 Komputer menggunakan biner karena komponen elektroniknya (transistor) hanya memiliki 2 keadaan: hidup (1/ON) dan mati (0/OFF). Sistem biner paling efisien dan andal untuk merepresentasikan sinyal listrik digital.
LAMPIRAN 4: Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

🎯 Tujuan Kegiatan

  1. Peserta didik mampu melakukan konversi bilangan dari desimal ke biner, oktal, dan heksadesimal serta sebaliknya
  2. Peserta didik mampu menerapkan konsep sistem bilangan dalam konteks dunia digital (kode warna, kode ASCII)
  3. Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan tantangan konversi bilangan

🛠 Alat dan Bahan

  • Alat tulis (pensil, penghapus, pulpen)
  • Kalkulator (opsional)
  • Kartu biner (Binary Cards) — 1 set per kelompok
  • Tabel ASCII (disediakan guru)
  • Komputer/smartphone dengan akses internet (opsional, untuk verifikasi)
  • Lembar kerja ini

📋 Langkah-Langkah Kegiatan

1
Membentuk Kelompok
Bentuklah kelompok yang terdiri dari 4–5 orang sesuai arahan guru. Tentukan peran: ketua, pencatat, presenter, dan anggota aktif.
2
Aktivitas 1: Konversi Desimal ke Biner
Konversikan bilangan desimal berikut ke biner menggunakan metode pembagian berulang. Tunjukkan langkah pengerjaanmu!

NoDesimalLangkah PengerjaanHasil Biner
a25
b100
c200
d255
3
Aktivitas 2: Konversi Biner ke Desimal
Konversikan bilangan biner berikut ke desimal menggunakan metode penjumlahan nilai posisi!

NoBinerPerhitungan Nilai PosisiHasil Desimal
a1101
b10110
c11111111
d10000001
4
Aktivitas 3: Konversi ke Oktal dan Heksadesimal
Konversikan bilangan desimal berikut ke oktal dan heksadesimal!

NoDesimalOktal (Basis 8)Heksadesimal (Basis 16)
a75
b156
c240
d500
5
Aktivitas 4: Tantangan “Pesan Rahasia Biner”
Menggunakan tabel ASCII yang disediakan, tuliskan nama panggilan salah satu anggota kelompokmu dalam kode biner ASCII (8 bit per karakter). Kemudian tukarkan dengan kelompok lain untuk didekodekan!

HurufKode ASCII (Desimal)Kode Biner (8 bit)

Pesan rahasia dari kelompok lain:
Kode biner: .........................................................
Hasil dekode: .........................................................
6
Aktivitas 5: Eksplorasi Kode Warna Heksadesimal
Pilih 3 warna favoritmu menggunakan color picker, lalu lengkapi tabel berikut!

NoNama WarnaKode HeksadesimalNilai R (Desimal)Nilai G (Desimal)Nilai B (Desimal)
1
2
3
7
Verifikasi dan Diskusi
Gunakan kalkulator programmer atau website RapidTables.com untuk memverifikasi semua jawaban kalian. Perbaiki jawaban yang keliru dan diskusikan mengapa terjadi kesalahan.
8
Persiapan Presentasi
Siapkan presentasi singkat (3–5 menit) untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok kalian di depan kelas. Pastikan setiap anggota kelompok memiliki peran dalam presentasi.
💡 Tips: Jika mengalami kesulitan, coba gunakan metode berikut:
  • Desimal → Biner: Bagi bilangan dengan 2 berulang kali, catat sisa pembagian dari bawah ke atas
  • Biner → Desimal: Kalikan setiap digit dengan 2 pangkat posisinya (dari kanan, dimulai dari 0)
  • Biner → Heksadesimal: Kelompokkan digit biner per 4 bit dari kanan, lalu konversi setiap kelompok
  • Biner → Oktal: Kelompokkan digit biner per 3 bit dari kanan, lalu konversi setiap kelompok